Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Staramccioni Akui Napoli Layak Menang atas Inter

Written By Unknown on Senin, 06 Mei 2013 | 09.55

TEMPO.CO, Naples - Pelatih Internazionale Milan, Andrea Stramaccioni, mengakui bahwa Napoli layak merebut tiga poin atas timnya. Inter menelan kekalahan ke-14 di musim ini setelah ditekuk Napoli dengan skor 3-1, dalam lanjutan pertandingan Seri A, Senin, 6 Mei 2013, dinihari tadi.

Inter tampil tanpa penyerang murni ketika melawat ke Stadion San Paolo. Stramaccioni menempatkan Ricardo Alvarez dan Fredy Guarin di lini depan. Hal tersebut tak lepas dari deretan pemain yang mengalami cedera.

Stramaccioni harus memanggil tujuh pemain dari tim muda, untuk meladeni Napoli yang bermain dengan kekuatan penuh. Alhasil, Inter tak bisa berbuat banyak. Gawang Inter dibambardir oleh Edinson Cavani sebanyak tiga kali pada menit ketiga, 33, dan 78. Sementara satu gol Inter dicetak Alvarez dari titik penalti di menit ke-23.

Kekalahan itu membuat Inter harus turun satu peringkat ke posisi kedelapan, dengan mengumpulklan 53 poin dari 35 laga. Meski begitu, Inter masih memiliki peluang untuk meraih tiket ke Eropa karena hanya berselisih lima angka dengan zona terluar Liga Europa. Sementara Napoli memastikan diri meraih tiket Liga Champions. Napoli duduk di posisi kedua dengan 72 angka. Jumlah poin mereka tak akan bisa dikejar oleh Fiorentina.

"Napoli pantas berada di posisi kedua, dan tentu layak meraih kemenangan malam ini. Cavani tampil fantastis. Namun Inter bermain terbuka sebelum kami tertinggal 3-1, dan sedikit mengalami nasib buruk," kata Strama. "Sayang sekali, kami memiliki beberapa peluang dan tak bisa menambah gol."

"Andrea Ranocchia punya masalah sampai tadi malam, dan sedikit merasakan sakit ketika bermain. Sementara Cristian Chivu juga berada dalam situasi yang sama. Saya berterima kasih kepada para pemain atas jerih payah mereka," tutur pelatih 37 tahun itu.

FOOTBALL-ITALIA | ANTONIUS WISHNU

Berita terpopuler:
Antonio Conte Akan Bahas Masa Depannya di Juventus
Gol Mata Naikan Peringkat Chelsea 
Juve Kembali Kuasai Seri-A
Juventus Pertahankan Gelar Juara Seri A
Suarez: Masa Depanku di Liverpool


09.55 | 0 komentar | Read More

Juventus Raih Scudetto, Ini Kata Del Piero

TEMPO.CO, Sydney - Pemain depan Sydney FC, Alessandro Del Piero, memberikan apresiasi kepada mantan timnya, Juventus, yang sukses mendapatkan Scudetto pada musim ini. Del Piero agak iri ketika melihat mantan rekan setimnya meraih medali juara Liga Italia Seri A.

Juve merebut Scudetto musim 2012/2013 setelah menekuk Palermo dengan skor 1-0 di Juventus Stadium, Minggu, 5 Mei 2013. Meski Seri A masih menyisakan tiga pertandingan lagi, 83 poin milik Juve dipastikan tak akan mampu dikejar Napoli, yang duduk di peringkat kedua dengan 72 poin.

Del Piero sendiri merupakan salah seorang pemain legendaris Juve. Dia adalah top scorer sepanjang masa The Old Lady. Sebelum hijrah ke Sydney FC pada September lalu, Del Piero sempat mengantarkan Juve meraih Scudetto pada musim 2011/2012. Itu adalah Scudetto kedelapan Del Piero bersama Juve (dua gelar dicopot karena calciopoli).

Meski kini terpisah ribuan kilometer, pemain 38 tahun itu tetap memberikan apresiasi kepada mantan timnya. "Sejak saya meninggalkan Juventus, saya tidak pernah berpikir tim ini akan memenangi gelar juara tanpa saya," kata Del Piero lewat situs pribadinya, Alessandrodelpiero.com.

"Saya tak mengira, sampai beberapa hari lalu, ketika peringkat tim mengamankan gelar kedua secara berturut-turut, setelah salah satu kebangkitan hebat klub," Del Piero menambahkan. "Bagi mereka yang bermain sepak bola, setidaknya untuk saya, senang ketika melihat fans bergembira, mendengar mereka berteriak gembira, membuat mereka meledak dengan kegembiraan dan kebahagiaan."

FOOTBALL-ITALIA | ANTONIUS WISHNU

Berita terpopuler:
Gol Mata Naikan Peringkat Chelsea
Antonio Conte Akan Bahas Masa Depannya di Juventus
Juve Kembali Kuasai Seri-A
Juventus Pertahankan Gelar Juara Seri A
Rahmad: Timnas Uji Tanding Minimal 14 Kali


09.55 | 0 komentar | Read More

Ferguson Geram Soal Akting David Luiz  

TEMPO.CO, Manchester - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, kesal soal kartu merah yang diterima Rafael da Silva. Ferguson menuding bek Chelsea David Luiz telah melakukan akting sehingga wasit memberikan kartu merah kepada Rafael, dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu, 5 Mei 2013.

Adu fisik antara Rafael dan Luiz terjadi pada menit ke-89 di daerah pojok kiri pertahanan Chelsea. Rafael berusaha mencuri bola dari kaki Luiz, tapi bek berambut kribo itu berhasil menghalangi Rafael dengan tubuhnya. Rafael kemudian melayangkan tendangan ke arah belakang Luiz. Wasit Howard Webb pun langsung mengganjar Rafael dengan kartu merah.

Ferguson menilai Rafael terprovokasi oleh Luiz yang dianggap menyikut bek kanan asal Brasil itu. Terlebih lagi, Luiz tertangkap kamera tersenyum sembari memegangi kakinya. Reaksi Luiz itu membuat Ferguson berang.

"Cukup jelas bahwa Luiz telah menyikut dua kali. Rafael melakukan tindakan gegabah. Dia masih muda, dia harus tahu hal yang lebih baik. Pembalasan tidak pernah berhasil," kata Ferguson. "Rafael membalasnya, namun Luiz berguling-guling seperti angsa yang sekarat dan meyakinkan wasit. Itu tindakan buruk. Profesional macam apa itu?"

"Ketika seorang pemain membalas, dia akan mendapatkan hukuman lebih berat," ujar manajer asal Skotlandia ini. "Saya tidak mengatakan hal itu sebagai kekerasan. Wasit bahkan belum melihatnya sama sekali."

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Chelsea. Gol tunggal The Blues dicetak oleh Juan Mata pada menit ke-86. Kemenangan itu mengantarkan Chelsea naik ke peringkat ketiga dengan mengumpulkan 68 poin.

THE SUN | ANTONIUS WISHNU

Berita terpopuler:
Gol Mata Naikan Peringkat Chelsea
Antonio Conte Akan Bahas Masa Depannya di Juventus
Juve Kembali Kuasai Seri-A
Juventus Pertahankan Gelar Juara Seri A
Rahmad: Timnas Uji Tanding Minimal 14 Kali


09.55 | 0 komentar | Read More

Ada Lagu Bieber-Selena Gomez di iPod Beckham

Written By Unknown on Minggu, 05 Mei 2013 | 09.55

TEMPO.CO, Paris - Gelandang Paris Saint-Germain David Beckham adalah pemain yang modis baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, siapa sangka kalau Bekcham memiliki selera musik yang tak sesuai dengan usianya.

Rekan setim Beckham, Zlatan Ibrahimovic mengungkapkan, iPod mantan pemain bintang Manchester United itu dipenuhi lagu-lagu dari para penyanyi muda berbakat maupun grup band asal Amerika Serikat.

"Kami mencari tahu isi daftar lagu di iPod Beckham, di kamar ganti," kata pemain internasional Swedia itu, Jumat, 3 Mei 2013. "Ada banyak lagu dari Justin Bieber, Selena Gomez, dan Jonas Brothers."

Ibrahimovic mengira Beckham mendengarkan lagu dari grup band seperti Oasis, Muse, ataupun Sex Pistols. "Kami mengharapkan beberapa band rock Inggris dan hip-hop," tutur bekas pemain AC milan itu.

"Memang menyenangkan untuk mengetahui bahwa Beckham tidak mempunyai selera yang bagus dalam segala hal," Ibrahimovic menambahkan. Mungkin saja, iPod Beckham sering digunakan ketiga putranya.

THE SUN | SINGGIH SOARES TONCE

Baca Juga:
Fakta-fakta Menarik Jelang Swansea Vs City 
Tiket Dialihkan ke Sponsor, Suporter Chelsea Geram 
Mourinho: Aku Belum Putuskan Masa Depan  


09.55 | 0 komentar | Read More

City Bawa Satu Poin dari Markas Swansea

TEMPO.CO, Wales - Manchester City hanya mampu membawa pulang satu poin dari lawatannya ke Liberty Stadium, markas Swansea City, Sabtu, 4 Mei 2013. Dalam lanjutan Liga Inggris itu, City dipaksa bermain 0-0 oleh Swansea.

Sejak awal laga, City langsung menekan pertahanan Swansea lewat berbagai serangan yang dilancarkan dari sektor kiri maupun kanan. Namun, pasukan Roberto Mancini ini tetap tak mampu menembus rapatnya pertahanan tuan rumah.

Justru Swansea, yang hanya mengandalkan serang balik, memperoleh banyak peluang emas untuk membobol gawang City. Michu mendapatkan umpan silang yang apik dari Nathan Dyer. Namun sontekan pemain asal Spanyol ini masih melebar.

Setelah itu, giliran Wayne Routlegde mencoba peruntungannya. Pemain berpaspor Inggris ini melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti City. Namun, hal itu ternyata bukan masalah besar buat Joe Hart. Hart dapat mengamankannya.

Tak tahan dengan serangan bertubi-tubi Swansea, City mencoba keluar dari tekanan. Pada menit-menit akhir babak pertama, City nyaris membuka keunggulan bila tendangan keras Yaya Toure dari dalam kotak penalti tak dapat ditepis Michel Vorm.

Tak puas dengan performa anak asuhnya di paruh pertama, Mancini melakukan beberapa perubahan setelah turun minum. Mantan peramu strategi Inter Milan itu menggantikan Toure dan Sergio Aguero dengan Edin Dzeko dan Carlos Tevez.

Keputusan Mancini terbilang tepat. City kian menggila dalam melakukan serangan. Namun, sayangnya, City sedang tidak dinaungi Dewi Keberuntungan. Dzeko tak terkawal di depan gawang Swansea, namun sepakannya melenceng.

Begitu juga dengan Silva. Menerima umpan sodoran dari Dzeko, Silva tak mendapatkan banyak gangguan dari para pemain bertahan Swansea. Akan tetapi, tendangan pemain tim nasional Spanyol itu tak juga menemui sasaran. Tendangannya melambung.

Susunan Pemain.

Swansea: Vorm, Rangel, Chico, Williams, Davies, Britton, de Guzman, Routledge, Dyer, Hernandez, Michu

City: Hart, Zabaleta, Kompany, Nastasic, Clichy, Yaya Toure, Barry, Nasri, Silva, Milner, Aguero

SINGGIH SOARES TONCE

Baca Juga:
Putri Berlusconi Ingin Contoh Klub-klub Jerman 
Fakta-fakta Menarik Jelang Swansea Vs City 
Tiket Dialihkan ke Sponsor, Suporter Chelsea Geram  


09.55 | 0 komentar | Read More

Profil Jupp Heynckes, Rahasia 'Mukjizat' Sang Opa  

TEMPO.CO, Jakarta--Mayoritas penikmat sepak bola dibuat tak percaya. Di kandang sendiri, Barcelona, tim yang diyakini terhebat pada dekade ini, hancur tak berdaya, Rabu lalu. Bayern Muenchen melumat La Blaugrana—julukan Barcelona—3-0 dalam pertandingan kedua semifinal Liga Champions. Sepekan sebelumnya, FC Hollywood—julukan Muenchen—menggunduli Barcelona 4-0 dalam laga pertama.

Selain memanfaatkan buruknya kesehatan Lionel Messi—bintang Barcelona ini bahkan tak tampil dalam laga kedua—apa resep rahasia Muenchen? "Tak ada yang spesial," kata pelatih klub dari Bavaria, Jerman selatan, itu, Jupp Heynckes. "Saya mengamati permainan Barcelona, lalu saya mempersiapkan tim, dengan presentasi menggunakan Power Point, dan mereka menjalankan taktik dengan sangat fantastis."

Tentu saja, sebelum sampai ke "resep tidak spesial itu", Heynckes telah meletakkan fondasi yang kuat kepada para pemainnya: latihan keras di lapangan dan membangun kebersamaan di luar lapangan. Pria kelahiran Mönchengladbach, Jerman bagian barat, inilah sebenarnya "resep rahasia" itu.

"Jupp seperti figur seorang ayah," ujar bek berdarah Jerman-Ghana, Jerome Boateng. "Dia memiliki hati yang luas, tapi dia juga bisa tiba-tiba 'menampar' Anda," kata penyerang sayap asal Prancis, Franck Ribery. Menurut playmaker Toni Kroos, Heynckes tipe orang yang tak akan mengulang kesalahan dua kali. Sedangkan asisten pelatih Hermann Gerland menyebutkan, "Jupp seperti santo yang bisa membuat mukjizat-mukjizat."

Penghancuran atas Barcelona barangkali salah satu "mukjizat" itu. Keajaiban yang lain adalah meraih gelar Bundesliga dengan banyak rekor: memastikan trofi di tangan saat akhir kompetisi kurang enam pekan, mengoleksi poin tertinggi sepanjang sejarah, kebobolan terminim, dan meraih kemenangan berturut-turut terpanjang. Dua musim berturut-turut sebelumnya, trofi itu dikangkangi Borussia Dortmund.

"Kesantoan" Heynckes niscaya sempurna andai Muenchen memenangi duel melawan Dortmund dalam final Liga Champions, 25 Mei mendatang, serta menundukkan VfB Stuttgart dalam final Piala Jerman, sepekan berikutnya. Itu bakal menjadikan mereka sebagai tim Jerman pertama yang menggondol treble (tiga gelar juara dalam semusim).

*****

Nama lengkapnya Josef Heynckes. Lahir di Mönchengladbach, 9 Mei 1945. Hebat sebagai pelatih, cemerlang saat masih menjadi pemain. Debutnya di lapangan hijau, sebagai striker, terjadi pada musim pertama Liga Jerman berformat Bundesliga, 1963/1964. Dia gantung sepatu 15 tahun kemudian, juga dalam status sebagai pemain Mönchengladbach.

Sebagai penyerang, pria bertinggi badan 180 sentimeter ini mengoleksi 243 gol dari 395 laga, 220 gol di antaranya dia cetak di Bundesliga. Sampai saat ini, catatan golnya di Liga Jerman hanya dilampaui Gerd Muller dan Klaus Fischer. Heynckes juga memperkuat skuad Die Panser yang memenangi Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

Mengawali karier kepelatihan di klub kota kelahirannya, Mönchengladbach, suami Iris ini sekadar dikenal sebagai "juara tanpa mahkota". Pasalnya, dia dapat membuat timnya bermain mengesankan tapi tanpa pernah sekali pun meraih gelar juara. Kejayaannya justru dia raih setelah pindah ke Muenchen, dengan menggondol gelar juara Liga Jerman 1988/1989 dan 1989/1990.

Setelah itu, dia berkelana berpindah-pindah di antara dua liga, Jerman dan Spanyol. Prestasi puncaknya adalah memberikan trofi Liga Champions bagi Real Madrid untuk pertama kali dalam 32 tahun, 1997/1998.

Presiden Madrid Lorenzo Sanz menyingkirkan Heynckes karena dia terlalu ketat memperlakukan para pemain bintangnya, terutama dalam soal pesta-pesta. Dia juga pernah dipecat dari Schalke karena metode kepelatihannya dianggap ketinggalan zaman.
Namun tak ada hal yang lebih menyakitkan hatinya selain perlakuan buruk suporter Mönchengladbach—klub masa kecilnya—yang mengiriminya surat kaleng berisi ancaman pembunuhan. Ini akibat dari performa buruk tim di bawah asuhannya yang hampir terdegradasi pada musim 2006/2007.

Heynckes menyatakan mundur pada Januari 2007. Praktis, setelah itu hidupnya jauh dari ingar-bingar lapangan hijau. Dia menyepi ke kastilnya di Schwalmtal, Jerman utara, yang dia beri nama Casa de los gatos (artinya "rumah kucing" dalam bahasa Spanyol). "Saya menghabiskan waktu dengan Iris (istrinya) dan banyak berjalan-jalan dengan Cando (anjingnya)."

Dua tahun jauh dari sepak bola, Heynckes menerima tawaran dari sahabatnya yang juga Presiden Muenchen, Uli Hoeness, untuk menyelamatkan klub itu setelah pendepakan pelatih nyentrik, Juergen Klinsmann. Statusnya pelatih sementara, hanya untuk lima laga terakhir musim 2008/2009.

Setelah menukangi Bayer Leverkusen, dia kembali ke Muenchen, kali ini dengan status sebagai pelatih tetap, mulai awal musim 2011/2012. Gagal pada musim pertama, ia meraup kesuksesan besar musim ini.

***

"Aku ingin melangkah ke babak baru dalam kehidupanku." Itu ucapannya yang didengar banyak orang pada pertengahan tahun lalu. Heynckes mengisyaratkan pensiun pada akhir musim ini. Keputusan itu kontan membuat pengurus bertindak cepat mencari penggantinya. Pelatih fenomenal asal Barcelona, Pep Guardiola, berhasil mereka rekrut.
Di tengah jalan, kata hati Heynckes berubah. "Aku berpikir tentang Konrad Adenauer (mantan Kanselir Jerman) yang masih berangkat ke kantor pada usia 71 tahun. Paus yang sekarang pun berusia 78 tahun," katanya, dua bulan lalu. "Jadi, aku rasa aku masih bisa melakukan banyak hal pada usia 68 tahun."

Kamis nanti, usianya tepat 68 tahun. Maka Si Opa menjadi pelatih tertua yang mengangkat trofi Bundesliga sepanjang sejarah. Bila nanti memenangi Liga Champions, dia menjadi pelatih tertua kedua setelah Raymond Goethals yang memenanginya bersama Olympique Marseille pada musim 1992/1993 menjelang usia 72 tahun.
"Mukjizat" lain bisa saja dilakukan Jupp Heynckes, bersama klub baru pada musim-musim depan.

BERBAGAI SUMBER | ANDY MARHAENDRA

JOSEF "JUPP" HEYNCKES
Kelahiran: Moenchegladbach, 9 Mei 1945
Tinggi badan: 180 sentimeter
Posisi bermain: striker
Karier pemain
1963-1967: Borussia Mönchengladbach
1967-1970: Hannover
1970-1978: Borussia Mönchengladbach
1967-1976: tim nasional Jerman

Karier pelatih
1979-1987: Borussia Mönchengladbach
1987-1991: Bayern Muenchen
1992-1994: Athletic Bilbao
1994-1995: Eintracht Frankfurt
1995-1997: Tenerife
1997-1998: Real Madrid
1999-2000: Benfica
2001-2003: Athletic Bilbao
2003-2004: Schalke 04
2006-2007: Borussia Mönchengladbach
2009: Bayern Muenchen
2009-2011: Bayer Leverkusen
2011-2013: Bayern Muenchen

Trofi pemain
BORUSSIA MÖNCHENGLADBACH
Juara Bundesliga: 1970/71, 1974/1975, 1975/1976, 1976/1977
Juara Piala Jerman: 1972/1973
Juara Piala UEFA: 1974/1975

TIM NASIONAL JERMAN
Juara Piala Eropa 1972
Juara Piala Dunia 1974

Trofi Pelatih
BAYERN MUENCHEN
Juara Bundesliga: 1988/1989, 1989/1990, 2012/2013
Juara Piala Super Jerman: 1987, 1990, 2012

REAL MADRID
Juara Liga Champions 1997/98
Juara Piala Super Eropa 1997

SCHALKE
Juara Piala Intertoto: 2003, 2004

Topik terhangat:
Susno Duadji
| Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:
Illgner Menyarankan Barcelona Boyong Courtois
Marchisio Setia Bersama Juventus
Guardiola: Messi Pemain Bertahan yang Bagus
Tiket Dialihkan ke Sponsor, Suporter Chelsea Geram


09.55 | 0 komentar | Read More

Illgner Menyarankan Barcelona Boyong Courtois

Written By Unknown on Sabtu, 04 Mei 2013 | 09.55

Penjaga gawang muda Chelsea yang dipinjamkan ke Atletico Madrid Thibaut Courtois, masuk nominasi sebagai Golden Boy 2012 atau pemain sepakbola muda terbaik 2012 yang berumur di bawah 21 tahun yang dipilih oleh 30 jurnalis dari seluruh benua. chelsea.pl

TEMPO.CO, Jerman - Mantan penjaga gawang Real Madrid dan tim nasional Jerman Bodo Illgner menyarankan Barcelona untuk tidak memboyong kiper Borussia Monchengladbach Marc Andre ter Stegen. Ia justru menginginkan Barcelona memboyong penjaga gawang Atletico Madrid Thibaut Courtois.

Keputusan Victor Valdes untuk tidak memperpanjang masa kerja membuat pihak manajemen Barcelona bergerak cepat mencari pengganti kiper berkepala plontos itu. Barcelona pun mengarahkan bidikannya ke Andre Ter Stegen. Namun, Illgner tidak setuju dengan rencana Barcelona. Sebab, Andre Ter Stegen masih 'hijau', 21 tahun.

"Dia adalah pemain bertalenta yang luar biasa. Namun juga masih terlalu muda," kata pria yang kini menjadi komentator olahraga itu kepada Spox, Jumat, 3 Mei 2013. Menurut Illgner, ini bukanlah saat yang tepat buat Andre Ter Stegen meninggalkan Monchengladbach. Sebab, ia masih minim pengalaman.

Illgner takut karir Andre Ter Stegen bakal meredup di Barcelona karena terlalu dini bergabung dengan klub raksasa Spanyol itu. "Jika Anda membuat kesalahan di klub besar dan mengawali perjalanan yang buruk, maka akan meninggalkan tanda yang besar di karirnya," ujar bekas jebolan akademi FC Koln itu.

Ketimbang memboyong Andre Ter Stegen, Illgner menyarankan Barcelona untuk mendatangkan Courtois, 20 tahun. Soalnya, Courtois mempunyai jam terbang yang lebih banyak daripada Andre Ter Stegen. "Buat saya, pemain lain yang ideal adalah Thibaut Courtouis, yang sedang dipinjamkan ke Atletico Madrid dari Chelsea," ujarnya.

GOAL | SINGGIH SOARES TONCE

Baca Juga:
Arsenal Bantah Kepulangan Fabregas 
Kutukan QPR buat Arsenal 
Digosipkan ke PSG, Wenger Buka Suara  


09.55 | 0 komentar | Read More

Djokovic Lebih Dijagokan Ketimbang Nadal

TEMPO.CO, Paris-

Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, difavoritkan sebagai pemenang turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2013, yang akan dimulai pada 26 Mei mendatang. Kesuksesannya merebut gelar di turnamen Monte Carlo, akhir April lalu, merupakan salah satu alasannya.

Djokovic mampu mengalahkan juara delapan kali, Rafael Nadal, dalam dua set langsung, 6-2, 7-6 (1) dalam babak final di lapangan tanah liat Monte Carlo, Monaco. Pria asal Serbia itu sebelumnya sudah mengantongi dua gelar di Dubai Terbuka dan menjadi juara tiga kali beruntun di Australia Terbuka.

Kolumnis tennis ESPN, Chris Wilkinson, mengatakan, meski Nadal mampu kembali keluar sebagai juara dalam empat turnamen pada tahun ini, kekalahannya dari Djokovic menunjukkan bahwa performanya belum pulih. "Menurut saya, cedera pada lutut Nadal masih mengganggunya, dan hal itu akan terus mengganggunya dalam perjalanan kariernya," kata dia.

Ahad lalu, Nadal baru saja meraih gelar kedelapannya di turnamen Barcelona Terbuka. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Nicolas Almagro.

Sejak kembali dari masa istirahat selama tujuh bulan karena cedera lutut, Nadal boleh diacungi jempol. Ia enam kali masuk babak final dan meraih empat gelar, yakni di turnamen Brasil Terbuka, di Acapulco, Indian Wells Masters, dan Barcelona Terbuka.

Namun, di Monte Carlo, Nadal terlihat tidak dapat menservis dan memukul dengan backhand pada groundstroke pertamanya. Ia hanya meraup dua dari 16 poin. Sebaliknya, Djokovic selalu mengarahkan bola ke arah backhand Nadal. Djokovic terlihat percaya diri. Ia menguasai permainan dan tampak optimistis. 

Menurut Wilkinson, cedera lutut yang dialami Nadal kemungkinan besar akan mengganggu performanya di Rolland Garros, yang dimulai pada 26 Mei mendatang. Ia telah menjadi juara tujuh kali di turnamen tersebut, sedangkan Djokovic belum pernah sekali pun.

Selain itu, saat ini Rafa tidak masuk empat besar unggulan. Ia saat ini adalah petenis nomor lima dunia. Jika dalam turnamen Prancis Terbuka ia ditempatkan sebagai unggulan kelima, petenis di posisi empat besar dunia akan bertemu dengan Nadal dalam babak perempat final.

ESPN| MARTHA WARTA
 


09.55 | 0 komentar | Read More

Marchisio Setia Bersama Juventus

TEMPO.CO, Turin - Gelandang tim nasional Italia Claudio Marchisio menegaskan kesetiannya bersama Juventus. "Saya tidak melihat diri saya jauh dari Juventus," ujar pemain yang memiliki julukan Il Principino itu kepada Mediaset, Jumat, 3 Mei 2013.

Marchisio mengeluarkan pernyataan itu untuk menampik rumor kepindahannya ke Manchester United pada jendela transfer musim panas nanti. "Saya bahagia di Juventus dan saya ingin memperbaharui masa kerja," ujar pemain yang mengidolai Alessandro Del Piero itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, MU sudah menyiapkan dana sebesar 20 juta pound sterling atau setara Rp 303 miliar untuk mendapatkan tanda tangan Marchisio. Bahkan, The Red Devils siap memberikan gaji sebesar Rp 18 miliar setiap minggunya kepada pemain 27 tahun itu.

Berhembus kabar, Juventus tertarik dengan tawaran MU. Soalnya, Juventus tengah membutuhkan dana yang melimpah untuk membawa pulang Zlatan Ibrahimovic ke Turin. Hasil penjualan dari Marchisio bisa digunakan Juventus untuk memulangkan penyerang Paris Saint-Germain itu.

Marchisio mengaku sangat senang jika Ibrahimovic kembali berseragam Juventus. Ibrahimovic diyakini bakal menambah daya gedor La Vecchia Signora. "Jika dia datang, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka," katanya. "Semua pemain yang dapat membantu kami tumbuh akan diterima."

Ibrahimovic pernah membela Juventus selama dua musim, yaitu dari 2005 sampai 2006. Setelah itu, ia bergabung ke rival Juventus, Inter Milan. Tiga tahun di Giuseppe Meazza, ia hijrah ke Barcelona. Pada 2010, ia kembali ke Italia dengan membela AC Milan. Selang dua musim, ia bergabung ke PSG.

FOOTBALL ITALIA | SINGGIH SOARES TONCE

Baca Juga:
Arsene Wenger Tak Peduli Nasib Mourinho
Arsenal Bantah Kepulangan Fabregas 
Kutukan QPR buat Arsenal  


09.55 | 0 komentar | Read More

Benitez Targetkan Chelsea Juara Liga Europa

Written By Unknown on Jumat, 03 Mei 2013 | 09.55

TEMPO.CO, London - Manajer sementara Chelsea, Rafael Benitez, berharap anak asuhnya bisa memaksimalkan peluang terakhir mereka untuk merebut piala di musim ini. Chelsea sukses melaju ke final Liga Europa usai mengandaskan FC Basel dengan skor 3-1, dalam pertandingan semifinal leg kedua di Stadion Stamford Bridge. Chelsea lolos ke final dengan keunggulan agregat 5-2.

Ini adalah final kedua berturut-turut kompetisi Eropa dalam dua musim. Final ini juga menjadi satu-satunya kesempatan terakhir The Blues mengangkat trofi. Sebelumnya, Chelsea gagal meraih trofi yang sudah ada di depan mata. The Blues kalah di Piala Super Eropa, Community Sheild, dan Piala Dunia Antarklub.

Benitez sendiri tak mau kegagalan tersebut berlanjut di Liga Europa. "Kami memiliki satu kesempatan lagi untuk memenangkan gelar bergengsi, setelah kalah di tiga final musim ini," kata Benitez. "Saya sangat senang berada di samping para pemain dan semua orang yang berada di sini. Kami memiliki suasana yang bagus. Pada pemain telah bekerja keras."

Chelsea akan menghadapi Benfica di partai final yang bakal digelar di Stadion Amsterdam ArenA, pada 16 Mei mendatang. Benfica mengakhiri perlawanan Fenerbahce dengan keunggulan 3-1 dalam pertandingan leg kedua, setelah kalah 1-0 di leg pertama. Benfica unggul agregat 3-2.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena Benfica adalah tim yang sangat berbahaya," tutur Benitez. "Sangat sulit untuk bermain menghadapi mereka, tapi setidaknya kami sudah berada di final. Dengan komitmen dan kualitas, kami memiliki kesempatan untuk optimistis memenangkan trofi."

SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU

Berita terpopuler:
Legenda Hidup Inter Kagumi Trio Barcelona
Lewandowski Pilih Bayern Ketimbang MU 
10 Fakta Menarik Jelang Chelsea Vs Basel 
Casillas: Masa Depan Saya di Real Madrid 
Luiz: Liga Europa Sangat Penting Buat Chelsea


09.55 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger